Erwan Fajari Travel Photographer

Showing posts with label Tourist Attraction. Show all posts
Showing posts with label Tourist Attraction. Show all posts

Perjalanan menuju Bandung dari Kab.Blora via Purwodadi tepatnya di desa Maggarmas, kecamatatan Godong, kabupaten Grobogan, Jawa Tengah,disana terletak objek wisata yang terkenal yaitu Api Abadi Mrapen. Kompleks api abadi ini terjadi karena fenomena geologi alam berupa keluarkan gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun (menurut pedagang disekitaran kawasan objek wisata) soalnya saya ketika kesana ga hujan tuh hahaha.
Dikawasan ini terdapat beberapa monumen yang dibangun untuk memperingati bahwa pernah terjadinya peristiwa-peristiwa besar pengambilan api ini untuk menyalakan obor. diantaranya :
  • Pesta Olahraga Internasional GANEFO I tanggal 1 November 1963
  • Pekan Olahraga Nasional (PON) ke X tahun 1981
  • POR PWI tshun 1983
  • HAORNAS 
  • dan digunakan juga untuk obor upacara hari raya waisak
Selain api abadi di komplek tersebut ada juga kolam dengan air mendidih (padahal air tersebut apabila dipegang dingin lho..) yang konon dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit kulit (hmm..Indonesia banget), serta batu bobot penginggalan sunan kalijaga yang konon apabila seseorang dapat mengangkatnya maka akan mendapatkan keinginannya (hmm..), mungkin ini cerita rakyat yang muncul dari obrolan biasa dan menjadi melegenda, kita tetap harus menghargai apa yang dipercaya mereka tapi kita juga jangan sampai menduakan tuhan kita (so sweettt haha).


Api Abadi Mrapen

Batu Bobot kurang lebih 20kg abad XV, Peninggalan Sunan Kalijaga 

Air yang mendidih tapi airnya dingin

Monumen PON XIV 1996


Monumen Pengambilan Api Untuk Menyalakan Obor GANEFO. I

Pertama kali Pengambilan Api Mrapen untuk PON X tahun 1981



Terima kasih telah bekunjung
Follow @erwanfajari yah


Read More …

Akhirnya Kami (saya+Sansan) sampai juga di Wisata Goa Terawang yang ditempuh dari Semarang 3jam setengah atau sekitar 107km, (dari Bandung - Semarang 15jam ) jadi kalau dari Bandung 18 jam setengah + udah istirahat 3jam setengah atau sekitar 555km menggunakan sepeda motor.



Wisata Goa Terawang terletak di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Komplek goa yang memiliki enam goa dalam satu kawasan. Di dalam kawasan seluas 13 hektar itu di kelilingi pohon jati (sejuk dan segar :P) yang dikelola oleh Perhutani.


Goa Terawang merupakan satu-satunya goa yang di dalamnya terang disiang hari karena di langit-langit goa terdapat sejumlah lubang yang terbentuk secara alami, ketika masuk ke Goa terasa sejuk adanya sirkulasi udara yg melewati sejumlah lubang tersebut.

Tiket masuk ke Kawasan wisata itu cukup terjangkau hanya Rp.4000 per orang, kalau bawa motor seperti saya bayar Rp.5000 buat parkir. Setelah membayar kamipun pergi ke seberang jalan untuk menggambil gambar tampak depan dari Goa Terawang tersebut. Ternyata di Kawasan Wisata Goa ini terdapat gerombolan monyet yang mempunyai beberapa koloni yang dipimpin oleh sang pejantan tangguh hahaha. dag dig dug dag dig dug (ceritanya jantung yang berdegup kencang) karena saya punya pengalaman di Uluwatu, di Monkey Forest, di Plangon, ya hampir sama semuanya suka menjabret kamera saya. Saya bertanya kepada ibu2 penjaga tiket "mba'e itu monyetnya baik kan ?" lalu mba'e itu menjawab tenang aja mas kan ada mbae disini yang selalu mendampingi" Gubraakk !!! preet duut sangat.

Ketika masuk, Goa terawang berada di sebelah kiri ga jauh dari pintu tiket masuk. Untung saja monyetnya udah pergi, mungkin gara-gara si mba'e tadi kali yah haha. Kamipun segera masuk ke mulut Goa soalnya waktu udah sore. Setiap Goa biasanya selalu bau (karena kotoran kelelawar), pengap(kurangnya oksigen) dan gelap, tapi kalau Goa Terawang beda keterbalikan dari bau, pengap, dan gelap. Di bagian tengah Goa, cahaya yang masuk banyak yah jadi keliatan deh banyak sampah plastik (kurangnya perhatian dari Pemkab.Blora). Masuk ke bagian dalam Goa mulai gelap tapi masih terlihat ga perlu pakai penerang atau senter, tapi awas hati2 jalanannya licin dan berlumpur. Motret di Goa Terawang kurang puas karena udah sore jadi pancaran sinar mataharinya kurang bagus (bagusnya buat photographer yang mau motret Goa ini bagusnya siang hari). Di tengah dan di dalam Goa terdapat stalagmite and stalactite yang menyerupai bentuk Orang, hewan, dan benda gimana kita melihat berdasarkan imajinasi dan sudut pandang kita. Haripun udah mulai petang, ketika keluar dari Goa Terawang saya melihat pemandangan bagus, bertenggernya pohon jati yang disinari oleh matahari tenggelam (sunset). Saya langsung mengabadikan moment ini bersama teman saya Sansan sembari duduk beristirahat. Matahari udah tenggelam dan kamipun lekas berbenah untuk pergi ke warung kopi sambil mencari tempat tidur untuk istirahat hari pertama di Kab.Blora. 

Ditempat warung kopi nya Mas Usman, ternyata mas Usman juga waktu mudanya penjelajah juga alias perantau makanya dia begitu baik dan ramah kepada pendatang seperti kita ini. Satu jam berlalu kami di tanya sama mas usman "kalian malam ini tidur dimana ?" dan kamipun tersenyum sambil mata berkaca-kaca hahaha, saya menjawab belum tau mas. Kebaikan Mas usman mau membawa kami rumah Kepala Desa untuk menginap dirumahnya, saya sangat berterimakasih dan merepotkan sekali Mas usman. Tiba-tiba datanglah seorang Pria ke warungnya mas Usman, pria tersebut bernama Mas Giyarto, beliau seorang guru SD dan SMP di kec. Kunduran ini. Kamipun ga jadi ke rumah kepada desa soalnya Mas Giyarto menarwakan kami untuk menginap di rumahnya. Kami sangat berterimakasih sama Mas Usman dan Mas Giyarto yang sangat ramah dan mau mencari serta menawarkan untuk tidur dirumahnya. Setibanya di rumahnya Mas Giyarto saya sendiri begitu takjub melihat rumahnya yang sangat sederhana, bangunan khas Joglo (rumah adat Jogja) dan rumahnya tanpa alas alias masih tanah. Di desa ini, Rumahnya Mas Gyarto yang paling unik beda dari yang lain meskipun hampir sama semuanya.Kesederhanaan seorang guru ini membuat saya lebih takjub. 


Pagi hari tiba kamipun pergi keluar untuk melihat aktifitas penduduk lokal di desa ini. Ternyata mayoritas penduduk disini petani, bercocok tanam jagung, padi, tebu dan ada juga yang penambang batu kapur. Jam 8 pagi kami pamit kepada Mas Giyarto dan sangat berterimakasih kepada beliau. Kamipun segera meninggalkan desa tersebut dan berencana motret Human Interest di sekiratan kec. Kunduran. ada yang panen Jagung, ada yang membajak sawah menggunakan lembu (sapi) masih tradisional, ada puja yang membawa makanan lembu berupa rumput liar menggunakan sepeda, sungguh menakjubkan memotret Human Interest di kec. Kuduran Kab. Blora, Jawa Tengah ini. 






Goa Terawang

Goa Terawang tampak depan dan tiket masuk

Mulut Goa Terawang

Goa Terawang bagian tengah

Goa Terawang bagian dalam

Selain Goa Terawang ada Goa lainnya

Tempat untuk pertunjukkan kesenian dihari besar

Tempat beristirahat bagi wisatawan, di depan Goa Terawang

Goa Terawang di kelilingi oleh pohon jati yang dikelola Perhutani

Sunset di kawasan Goa Terawang







Terima kasih atas kunjungannya 
Follow @erwanfajari 
Read More …